Percayalah akan Rezeki dari Allah

Percayalah akan Rezeki  dari AllahAnda tak perlu merasa khawatir tidak kebagian rezeki karena setiap manusia mempunyai bagian rezeki dari Allah. Banyak cara yang Allah gunakan untuk membagikan rezeki kepada manusia. Pembagian tidak secara langsung diberikan kepada manusia, namun melalui perantara. Misalkan Anda mendapatkan penghasilan dari berdagang atau bekerja. Tibda-tiba ada saudara datang dari jauh membawa oleh-oleh untuk Anda.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya awal yang Allah ciptakan (setelah ‘arsy, air dan angin) adalah qalam (pena), kemudian Allah berfirman, “Tulislah”. Pena berkata, “Apa yang harus aku tulis”. Allah berfirman, “Tulislah takdir berbagai kejadian dan yang terjadi selamanya.” (HR. Tirmidzi no. 2155. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Konsep Rezeki

Ada 2 konsep saat seorang muslim kita berbicara tentang rezeki, yaitu:

  1. Orang muslim harus meyakini bahwa datangnya rezeki dari Allah semata.
  2. Orang muslim harus meyakini bahwa rezekinya sudah ditetapkan saat ia masih berada di dalam rahim ibunya, bahkan sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.

Dengan adanya 2 konsep di atas, sejatinya tidak perlu adanya kekhawatiran bagi seorang muslim mengenai rezeki. Yang harus kita lakukan adalah menjemput rezeki tersebut. Karena meskipun Allah sudah menetapkan rezeki setiap makhluknya, bukan berarti Dia akan memberikannya tanpa makhluk tersebut berusaha.

Ada dua kemungkinan orang bisa kaya, pertama karena keturunan dan kedua karena kerja keras sehingga bisa menjadi kaya. Tapi, tahukah Anda? orang kaya karena keturunan bukan berarti bisa duduk santai menikmati harta kekayaan. Yang namanya harta, sebanyak apapun jumlahnya, suatu saat juga akan habis jika tidak ada pemasukan. Sebaliknya, meski lahir dari keluarga tidak berada, jika Anda kerja keras mengumpulkan harta maka tidak menutup kemungkinan Anda akan menjadi kaya.

Bill Gates pernah berkata, “Kalau Anda terlahir miskin, itu bukan kesalahan Anda. Tapi kalau Anda mati miskin, itu kesalahan Anda”.

Dari Bill Gates kita bisa belajar bahwa meski kita terlahir dalam keadaan miskin tapi kita tidak boleh mati dalam keadaan miskin. Anda harus bekerja keras selama hidup Anda untuk menjadi kaya. Tapi hati-hati, selama Anda mengejar kekayaan dunia, jangan melupakan akhirat Anda. Jangan karena ingin mendapatkan kekayaan dan rezeki dengan cepat, lalu Anda menggunakan segala macam cara. Tidak peduli cara tersebut benar atau justru menyimpang dari ajaran agama.

Rezeki dari Allah

Menjemput rezeki dari Allah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Dengan usaha lahiriyah, yaitu bekerja, berdagang, membuka bisnis, dan sebagainya. Ditambah dengan usaha batin, yaitu rajin melaksanakan ibadah sholat fardhu 5 waktu, sholat sunnah tahajud dan sholat sunnah dhuha, puasa sunnah senin-kamis, dan masih banyak lainnya.

Kekayaan bukan berarti membuat kita lantas menjauh dari Allah. Semakin kita kaya seharusnya semakin mendekatkan diri kepada Allah. Perlu Anda ketahui, kekayaan yang Anda miliki sebesar 2,5% merupakan hak milik orang lain yang membutuhkan. Jadi, saat Anda sudah menjadi kaya, jangan lupa untuk menyisihkan harta kekayaan Anda untuk disedekahkan kepada mereka yang membutuhkan.

Sejatinya, rezeki dari Allah bukan hanya berupa harta kekayaan saja, melainkan lebih dari itu. Kesehatan jasmani dan rohani, kelengkapan organ tubuh Anda, adanya air dan oksigen, keluarga yang harmonis, perasaan aman dan bahagia, dan sebagainya.

Coba saja bayangkan, jika saat ini Anda mendapatkan rezeki dari Allah berupa kekayaan yang melimpah. Namun, disisi lain, Allah memberikan cobaan kepada Anda berupa penyakit yang ganas. Apakah Anda tetap merasa bahagia?

Apapun yang Allah berikan kepada Anda, baik rezeki maupun cobaan, terimalah dengan lapang dada dan penuh rasa syukur. Jika saat ini Anda sedang diberi cobaan oleh Allah, entah ekonomi yang sulit, sakit parah, keluarga tidak bahagia, atau apapun itu, selalu serahkan semuanya kepada Allah. Dia Maha Tahu, Dia-lah yang mengatur segalanya.

Jangan sampai Anda menempuh jalan yang salah dan menjauh dari Allah. Merasa Allah tidak adil kepada Anda, sehingga Anda meminta bantuan kepada makhluk gaib ciptaanNya, seperti melakukan pesugihan hitam. Sungguh, ini merupakan perbuatan syirik atau menyekutukan Allah. Dan termasuk dalam dosa besar.