Begini Cara Berpikir Pengusaha Sukses

Begini Cara Berpikir Pengusaha SuksesApakah Anda ingin menjadi pengusaha sukses? Perlu Anda ketahui, menjadi sukses bukanlah sebuah bakat ataupun keberuntungan semata. Semuanya membutuhkan pengorbanan dan kerja keras. Pada dasarnya, orang kaya mempunyai pola pikir yang berbeda dengan orang miskin. Pola pikir inilah yang menjadikan mereka kaya. Seperti yang dialami oleh pengusaha sukses bernama T. Harv Eker, dia menulis sebuah buku yang berjudul “The Secret of Millionaire Mind”, ada 17 perbedaan cara berpikir, kebiasaan, sikap, tindakan orang kaya dan orang miskin.

Harv pernah mengalami kebangkrutan berkali-kali, di tengah masa sulitnya dia bertemu dengan orang kaya salah seorang teman ayahnya. Dia mendapatkan pelajaran dari orang tersebut bahwa untuk menjadi orang kaya, Harv juga harus mengetahui dan meniru pola pikir orang-orang kaya. Harv mengikuti saran tersebut, dia percaya jika dia mengubah pola pikirnya seperti orang kaya maka suatu saat dia juga akan menjadi pengusaha sukses.

Berikut ini 17 cara berpikir orang kaya yang menjadikan mereka pengusaha sukses:
  1. Orang kaya percaya ‘sayalah yang menentukan hidup saya’. Orang miskin percaya ‘orang atau pihak lain yang menentukan nasib saya’.

Berpikirlah bahwa hidup Anda adalah milik Anda, orang lain tidak berhak mengaturnya. Orang kaya cenderung melakukan apa yang ingin mereka lakukan, sedangkan orang miskin lebih mengikuti trend  yang ada. Orang kaya tidak mudah terbawa arus, mereka tetap pada pendirian. Selama apa yang mereka lakukan tidak melanggar norma dan nilai, maka mereka akan melakukannya. Tidak peduli akan perkataan orang lain, mereka akan mendengarkan setelah itu membuang hal-hal yang dirasa tidak perlu.

  1. Orang kaya memainkan permainan uang untuk menang. Orang miskin memainkan permainan uang agar tidak kalah.

Maksudnya adalah orang miskin biasanya lebih memikirkan bagaimana uang bisa memenuhi kebutuhan mereka, bagaimana caranya membayar hutang. Mereka tidak berpikir bagaimana caranya mendapatkan tambahan penghasilan, bagaimana caranya menghasilkan banyak uang.

  1. Orang kaya berkomitmen untuk menjadi kaya. Orang miskin ingin menjadi kaya.

Menjadi kaya tidak cukup hanya dengan “ingin” saja, melainkan harus dengan komitmen yang kuat. Anda harus konsisten dengan keinginan tersebut. Meskipun harus gagal berkali-kali, tapi jangan mudah menyerah. Umumnya, orang miskin setelah mengalami kegagalan mereka akan berhenti mencoba. Kaya hanya sebatas “ingin” saja tanpa usaha yang nyata untuk mencapai kekayaan tersebut.

  1. Orang kaya berpikir besar. Orang miskin berpikir kecil.

Pada saat masa kanak-kanak, kita memiliki banyak impian besar. Seiring berjalannya waktu, impian tersebut semakin mengecil dan bahkan kita tidak berani untuk sekedar bermimpi, takut akan jatuh. Padahal untuk menjadi kaya, Anda harus berpikir besar, berani mempunyai impian yang besar dan berusaha mencapainya. Impian yang besar menjadikan kita selalu bersemangat dalam hidup, mempunyai tujuan yang jelas.

  1. Orang kaya fokus pada peluang. Orang miskin fokus pada masalah / hambatan.

Umumnya orang kaya melihat keuntungan dari peluang yang ada di depan mereka, sedangkan orang miskin cenderung takut akan kegagalan dari peluang tersebut. Mereka menunggu waktu yang tepat, menunggu sebuah peluang datang kepada mereka. Orang kaya menciptakan peluang, mereka tidak sabar untuk menunggu dan menunggu saja tanpa melakukan apapun. Karena mereka sadar peluang itu harus dijemput jika ingin menjadi kaya dengan cepat.

  1. Orang kaya mengagumi orang kaya dan sukses lainnya. Orang miskin membenci orang kaya dan sukses.

Kalian pasti sering melihat orang miskin yang merasa iri melihat orang kaya. Mereka hanya fokus pada rasa iri, berpikir negatif tentang orang kaya tersebut tanpa mau mengambil hal positif dari orang kaya. Berbeda dengan orang kaya, mereka justru mengagumi orang yang lebih kaya, belajar dari mereka.

Begitu pula bagi Anda yang ingin menjadi pengusaha sukses, jangan hanya melihat kesuksesan mereka. Lebih baik melihat bagaimana perjuangan dan kerja keras mereka sehingga bisa menjadi pengusaha sukses. Dengan begitu Anda bisa mengikuti jejak mereka.

  1. Orang kaya bergaul dengan orang-orang positif dan orang-orang sukses. Orang miskin bergaul dengan orang-orang negatif dan orang-orang yang gagal.

Orang kaya cenderung berkumpul dengan orang-orang postif dan sukses. Mengapa? Karena mereka bisa banyak belajar, mengetahui hal-hal baru, menjadikan mereka lebih kaya. Sedangkan orang miskin, mereka berkumpul dengan orang-orang negatif dan orang-orang gagal. Menganggap bahwa miskin sudah menjadi nasib mereka, berpikir negatif tentang orang kaya, menyalahkan takdir atas kesusahan mereka. Padahal sejatinya mereka sendiri yang tidak mau berpikir maju dan berusaha merubah hidup.

  1. Orang kaya mempromosikan diri mereka sendiri dan nilai-nilai mereka. Orang miskin tidak suka mempromosikan diri mereka dan nilai-nilai mereka.

Untuk menjadi kaya Anda jangan malu untuk mempromosikan diri Anda ke orang-orang. Sehingga orang akan tahu akan kelebihan Anda. Mempromosikan diri tidak sama dengan menyombongkan diri. Disini Anda mencoba mengenalkan kepada orang-orang tentang diri Anda.

  1. Orang kaya lebih besar dari masalah mereka. Orang miskin lebih kecil dari masalah mereka.

Orang kaya tidak takut mengambil resiko, mereka berpikir semakin besar resiko dari sebuah bisnis maka semakin besar keuntungan yang bisa didapatkan. Contoh, membuka bisnis dagang barang sembako di rumah dengan bisnis properti. Resiko akan lebih besar dibidang properti, namun jika Anda bisa mengatasinya maka akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar.

  1. Orang kaya adalah penerima yang sangat baik. Orang miskin adalah penerima yang buruk.

Penerima yang dimaksud disini adalah menerima suatu hal yang baru berupa informasi, kritik, saran, dan apapun yang bersifat positif. Orang kaya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, siap akan kritik dan saran. Mereka menggap hal tersebut sebagai pelajaran bagi mereka untuk menjadi lebih baik. Sedangkan orang miskin biasanya bersikap keras kepala, tidak mau menerima kritik dan saran dari orang lain, malas untuk belajar.

  1. Orang kaya memilih dibayar berdasarkan hasil. Orang-orang miskin memilih dibayar berdasarkan waktu.

Inilah yang banyak terjadi di masyarakat, orang biasa membatasi pendapatannya dengan jam kerja. Sedangkan orang kaya, mereka akan dibayar sesuai dengan hasil. Mereka akan belajar dan bekerja keras pada awalnya, dengan tujuan mencapai hasil yang maksimal. Karena biasnya orang kaya akan bekerja pada bidang yang mereka suka, hasil yang maksimal adalah kepuasan tersendiri bagi mereka.

  1. Orang kaya berpikir ‘keduanya’. Orang miskin berpikir ‘ini atau itu’ / ‘salah satu’.

Jika disuruh memilih antara hidup bahagia dan hidup kaya, maka orang kaya akan memilih keduanya. Sedangkan orang miskin akan memilih salah satu. Mengapa? Orang kaya berpikir besar, mereka percaya mereka bisa mendapatkan keduanya.

  1. Orang kaya fokus pada kekayaan bersih mereka. Orang miskin fokus pada pendapatan mereka.

Orang miskin hanya fokus pada pendapatan mereka, sedangkan orang kaya berpikir bagaimana mereka bisa menyisihkan sebagian uang mereka untuk diputar kembali agar menghasilkan lebih banyak uang.

  1. Orang kaya mengelola uang mereka dengan baik. Orang miskin mengelola uang mereka dengan buruk.

Orang kaya tahu bagaimana cara mengelola uang mereka. Membeli sesuai dengan kebutuhan mereka dan hidup dengan sederhana. Orang kaya hidup dibawah kemampuan mereka, sedangkan orang miskin hidup di atas kemampuan mereka.

  1. Orang kaya membiarkan uang bekerja untuk mereka. Orang miskin bekerja untuk uang.

Orang kaya menghasilkan uang lebih banyak dengan uang mereka. Sedangkan orang miskin biasa membelanjakan seluruh penghasilan mereka tanpa menyisihkan untuk ditabung atau investasi. Padahal dengan menabung dan investasi, bisa mendapatkan penghasilan yang lebih.

  1. Orang kaya mengambil tindakan bahkan ketika mereka merasa takut. Orang miskin membiarkan diri mereka dihentikan oleh rasa takut.

Semua orang pasti takut dengan kegagalan, begitu pula dengan orang kaya. Namun ketakutan akan gagal tidak menghentikan mereka untuk mencoba. Gagal merupakan proses menuju kesuksesan. Menjadi pengusaha sukses tentu akan menghadapi banyak resiko. Seperti bangkrut, penipuan, tidak laku, dan sebagainya. Tapi itu jauh lebih baik dari pada takut untuk mencoba. Dengan mencoba dan gagal menjadikan kita belajar dari kegagalan. Sedangkan tidak mencoba, membuat kita tidak mendapatkan apapun. Seperti perumpaan “Kalah sebelum berperang”.

  1. Orang-orang kaya belajar dan bertumbuh sepanjang waktu. Orang miskin berpikir mereka sudah tahu segalanya.

Orang kaya tidak pernah merasa puas dengan apa yang mereka dapatkan saat ini. Seumur hidup mereka gunakan untuk mempelajari apapun. Sedangkan orang miskin seringkali mengatakan mereka merasa sudah tahu sehingga tidak ada keinginan untuk belajar. Pada akhirnya hanya berada di tempat yang sama tanpa ada kemajuan.