7 Cara Mengatur Keuangan Secara Bijak

Cara Mengatur Keuangan Secara BijakSemua hal yang menyangkut keuangan akan menjadi hal yang sensitif. Sedikit kesalahan dan perbedaan akan menjadikan pertengkaran dan rusaknya hubungan. Apalagi pada usia muda, banyak anak muda yang terlena dengan kekayaan orang tuanya, yang mereka tahu hanya bagaimana cara menghabiskan uang, tanpa tahu bagaimana cara menghasilkan uang. Hal ini akan berimbas pada masa depan. Sebanyak apapun kekayaan Anda, pasti akan habis jika Anda tidak tahu bagaimana cara mengatur keuangan.

Umumnya, orang akan cenderung lebih suka membelanjakan uang untuk hal-hal yang diinginkannya. Tanpa peduli apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau sekadar ingin saja. Apalagi jika sudah menyangkut barang yang disuka, berapapun harganya pasti akan dibeli. Maka tidak heran jika ada orang yang baru pertengahan bulan sudah mengeluh mengenai keuangan.

Bagi Anda yang saat ini masih belum berkeluarga mungkin masalah keuangan tidak terlalu Anda pusingkan. Berbeda bagi Anda yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Anda harus tahu cara mengatur keuangan agar semua kebutuhan terpenuhi dengan baik. Harus bisa memperhitungkan biaya hidup, makan, pendidikan, kesehatan, dan juga masa depan anak Anda.

Tidak sedikit pasangan yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan hanya karena masalah keuangan. Bukan saja karena pendapatan suami yang pas-pasan. Banyak pula pasangan dengan pendapatan tinggi tapi tetap berpisah. Oleh karena itu, keahlian mengatur keuangan sangatlah penting.

Berikut ini ada 7 cara mengatur keuangan.
#1. Utamakan kebutuhan

Warren Buffet, salah satu orang kaya di dunia, mengatakan bahwa “Jika saat ini Anda membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan, maka suatu saat Anda harus menjual sesuatu yang Anda butuhkan”.

Seringkali orang menjadi hilang kendali saat melihat barang yang disukai, tidak peduli berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membelinya. Meskipun sebenarnya dia tidak membutuhkan barang tersebut. Selain itu, banyak orang yang menggunakan sebagian besar pendapatannya hanya untuk hiburan sesaat. Seperti berbelanja, jalan-jalan, atau sedekar nongkrong di cafe.

Hal ini hanya membuang-buang waktu Anda, akan lebih baik jika Anda menggunakannya untuk melakukan hal yang dapat menghasilkan uang tambahan.

#2. Gunakan sebagian uang Anda untuk investasi

Pada saat hari pertama gajian, ambil sebagian kecil dari pendapatan Anda untuk investasi. Karena umumnya, saat menerima gaji orang akan cenderung membeli semua barang yang mereka inginkan. Bahkan ada juga yang sudah memperhitungkannya jauh sebelum menerima gaji. Akibatnya belum sampai pertengahan bulan gaji sudah habis tak tersisa. Kalau sudah begini, bagaimana Anda menabung?

Dengan menyisihkan sedikit uang untuk investasi, maka Anda bisa mendapatkan uang tambahan dari investasi tersebut. Apalagi jika Anda investasi diberbagai bidang, maka kemungkinan Anda akan kaya akan lebih cepat.

#3. Menetapkan rencana keuangan untuk jangka panjang

Kebanyak orang hanya memikirkan kebutuhan jangka pendek saja, tanpa memikirkan keuangan untuk jangka panjang. Jika Anda mempunyai pemikiran yang sama dengan orang-orang tersebut, maka sebaiknya ubahlah pola pikir Anda.

Mulailah untuk menetapkan rencana keuangan jangka panjang. Buatlah keputusan, berapa jumlah uang yang ingin Anda kumpulkan selama satu tahun ini. Dengan begitu Anda bisa mengontrol pengeluaran Anda.

#4. Beli barang secara cash

Saat ini banyak promosi jualan yang menawarkan pembelian secara kredit, mulai dari rumah, mobil, motor, ponsel, dan perlengkapan rumah tangga. Pembelian secara kredit memang terlihat ringan, namun Anda harus teliti dalam menghitung berapa persen bunga yang ditetapkan.

Biasanya pembelian secara kredit jika dibandingkan dengan cash akan terpaut jauh harganya, bahkan ada yang hampir dua kali lipat harga cash. Niatnya mau ringan tapi justru berat dibelakang.

Selain itu, sebelum membeli barang secara kredit Anda harus mempertimbangkan kemampuan Anda dalam membayar cicilan di masa mendatang. Banyak kejadian ada orang yang membeli sepeda motor secara kredit, hanya dengan bayar DP motor bisa dibawa pulang. Tapi untuk pembayaran cicilan selanjutnya, ternyata tidak mampu untuk membayar. Apa yang terjadi? Debt collector terus datang menagih hutang, jika sudah berkali-kali maka barang akan diambil secara paksa.

#5. Menunggu harga diskon

Warren Buffet, salah seorang terkaya di dunia, mengatakan jika Anda ingin berhemat maka sebaiknya menunggu membeli barang saat ada diskon. Misalkan saja Anda ingin membeli sebuah rumah, biasanya akan ada waktu dimana rumah dijual secara kredit tanpa DP dan bunga 0%. Hal ini bisa terjadi karena ketatnya saingan dibidang properti. Nah Anda bisa memanfaatkan perang harga antar pengusaha properti untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Namun, jangan sampai Anda terkecoh dengan kata DISKON. Anda harus memastikan bahwa harga tersebut memang lebih murah dari harga murah, dan barang tersebut memang Anda butuhkan. Jangan sampai hanya karena sedang diskon, Anda langsung membelinya tanpa memperhitungkan Anda butuh atau tidak. Bukan penghematan yang terjadi, melainkan Anda semakin boros.

Apalagi sudah banyak pengusaha yang menggunakan strategi diskon untuk menarik pembeli. Mereka sengaja menaikkan harga normal setinggi-tingginya, kemudian diberi potongan harga. Seakan-akan pembeli mendapatkan harga murah, padahal tidak.

#6. Jangan bergantung hanya pada satu sumber penghasilan

Cara mengatur keuangan selanjutnya yaitu jangan bergantung hanya pada satu sumber penghasilan. Lebih baik jika Anda mempunyai penghasilan tambahan. Hal ini untuk antisipasi jika terjadis sesuatu dengan penghasilan utama Anda. Atau jika penghasilan utama tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, Anda tidak perlu mengambil hutang.

Selagi Anda masih muda, bekerja keraslah. Anda harus tahu cara mengatur keuangan agar tidak menyesal di hari tua. Sehingga di hari tua, Anda tinggal menikmati hasil kerja keras Anda selama masih muda.

#7. Hindari hutang

Hutang bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan. Hampir setiap orang memiliki hutang. Sebenarnya hutang tidak menjadi masalah jika digunakan dengan tepat. Misalkan saja Anda mengambil hutang untuk mengembangkan sebuah bisnis yang sudah jelas prospek kedepannya. Anda sudah memperhitungkan untung ruginya, omzet perbulan, dan kemampuan membayar hutang.

Namun, seringkali orang berhutang hanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Pendapatan yang pas-pasan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehingga harus mengambil hutang. Ini hanya akan menambah beban hidup Anda. Apalagi jika hutang tersebut memiliki bunga tinggi. Sebelum mengambil hutang tidak memperhitungkan apakah kedepannya bisa membayar cicilan atau tidak. Hutang seperti inilah yang harus Anda hindari.

Selain pintar dalam mengatur keuangan untuk kebutuhan pribadi Anda, jangan lupa untuk menyisihkan sedikit harta Anda untuk diberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Bersedekah bisa membuka pintu rezeki Anda dan membuat Anda lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan.