6 Jurus Sakti Menghadapi Debt Collector

6 Jurus Sakti Menghadapi Debt CollectorPerekonomian yang tidak merata memang menjadi sumber masalah di dalam masyarakat. Tingginya harga bahan pokok, mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan, belum lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pada saat kebutuhan masyarakat yang tinggi berbanding terbalik dengan pendapatan masyarakat yang rendah, maka akan terjadi hutang. Hal ini mereka lakukan agar kebutuhan mereka tetap terpenuhi dan bisa hidup. Hutang bukanlah masalah yang baru dalam kehidupan masyarakat. Malah hampir semua orang pernah mengalami masalah hutang piutang. Terlepas dari jumlahnya sedikit atau banyak.

Masalah hutang tidak hanya terjadi pada masyarakat kalangan menengah ke bawah saja, kalangan atas pun banyak yang memiliki hutang dalam jumlah yang lebih besar tentunya. Masalah akan menjadi lebih serius jika peminta hutang tidak bisa membayar hutang. Secara berkala mereka akan didatangi oleh penagih hutang (debt collector). Bahkan ada yang sampai rumahnya disita, motornya diambil paksa, dan segala macam kekerasan hanya karena peminta hutang tidak sanggup membayar hutangnya. Seringkali mereka tidak bisa membayar hutang dikarenakan bunga yang sangat tinggi, yang jumlahnya bisa melebihi jumlah hutang pokok.

Sekarang ini banyak oknum yang berpura-pura menjadi debt collector dan berusaha menipu korban dengan tujuan merampas harta benda milik korban. Jika Anda mempunyai hutang dan ada seseorang yang mengaku sebagai debt collector, Anda bisa gunakan 6 jurus berikut ini untuk menghadapi debt collector saat melakukan cicilan sepeda motor, kredit rumah, mobil, di BPR, koperasi, ataupun cicilan uang macet.

6 Jurus menghadapi Debt Collector
  1. Menyapa debt collector dengan santun, mintalah identitas dan surat tugas mereka. Tanyakan siapa nama yang memberikan tugas kepada mereka untuk menagih hutang. Jangan lupa minta nomor petugas tersebut. Jika mereka tidak memberikan jawaban, lebih baik persilakan mereka untuk pergi dengan bahasa yang sopan. Berpura-puralah Anda sedang sibuk dengan pekerjaan lainnya.
  2. Jangan takut kepada para penagih hutang, dan jangan membuat janji apapun kepada mereka. Jelaskan kepada mereka bahwa Anda belum mempunyai uang dan akan menghubungi langsung ke pihak yang terkait.
  3. Jika penagih hutang mulai melakukan hal kasar kepada Anda, seperti mengambil barang cicilan atau mengambil barang-barang Anda yang lain, persilakan mereka keluar dan laporkan kepada petugas setempat (Satpam, RT, RW).
  4. Jika penagih hutang merampas barang milik Anda, laporkan kepada pihak yang berwajib. Mereka bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4 junto Pasal 335.
  5. Jangan menitipkan barang jaminan kepada polisi. Tolak dengan santun tawaran polisi. Pertahankan barang jaminan tetap di tangan Anda sampai Anda melunasi atau ada keputusan eksekusi dari pengadilan.
  6. Jika para penagih hutang melakukan teror melalui telepon, tanyakan siapa namanya. Jika perlu pasang ID Caller di rumah Anda dan rekam pembicaraan kalian. Hal ini akan menjadi bukti jika suatu saat si penagih hutang mulai mengancam akan melakukan hal buruk kepada Anda.
Hindari Berhutang

Melihat tindakan para penagih hutang yang semakin menjadi, lebih baik jika Anda menghindari untuk mengambil hutang. Berhutang hanya akan menambah beban Anda, jadi lebih baik Anda mengurangi kebutuhan Anda jika memang dirasa pendapatan Anda terbatas.

Selalu perhitungkan pengeluaran dan pendapatan Anda. Belanjakan uang Anda untuk kebutuhan pokok terlebih dahulu. Jika Anda membeli barang yang tidak Anda butuhkan, maka suatu saat nanti Anda justru akan menjual barang yang Anda butuhkan.

Masalah keuangan memang rumit jika kita tidak teliti dalam mengaturnya. Meskipun saat ini Anda mempunyai banyak uang, namun jika Anda tidak pintar mengelolanya, suatu saat uang tersebut perlahan akan habis.